Badan kerja sama ekonomi internasional
terdiri atas:
1
Organisasi
kerja sama ekonomi regional
2
Organisasi
kerja sama ekonomi internasional di bawah naungan PBB
3 Organisasi kerja sama diluar PBB
3 Organisasi kerja sama diluar PBB
Contoh kerja sama ekonomi regional antara lain;
1.
ASEAN
Association of
Southeast Asian Nations (ASEAN) adalah organisasi kerja sama regional Asia
Tenggara (Himpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara). ASEAN didirikan pada tanggal 8
Agustus 1967 oleh lima Negara antara lain Indonesia, Singapura, Thailand,
Filipina, dan Malaysia. Brunei Darussalam bergabung sebagai anggota ke-6 pada
tahun 1983. Kemudian menyusul Vietnam bergabung pada tahun 1995, Laos dan
Myanmar pada tahun 1997, serta Kamboja pada tahun 1999.
Pendirian ASEAN
ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Bangkok, yang memuat tujuan-tujuan:
1.
Mempercepat
pertumbuhan ekonomi, social dan kebudayaan di Negara-negara kawasan Asia
Tenggara;
2.
Meningkatkan
stabilitas keamanan Asia Tenggara;
3.
Meningktakan
kerja sama yang aktif dan bantuan bersama antar Negara-negara anggota ASEAN di
bidang ekonomi, sosial, budaya, teknologi, dan ilmu pengetahuan;
4.
Menyediakan
bantuan dalam bentuk fasilitas latihan dan penelitian bagi Negara-negara di
kawasan ASEAN;
5.
Memajukan
kerja sama antarnegara anggota ASEAN dalam bidang pertanian, industri,
perdagangan, komunikasi, dan peningkatan tingkat kemakmuran rakyat;
6.
Mengadakan
pembahasan bersama tentang masalah-masalah yang terjadi di kawasan Asia
Tenggara;
7.
Meningkatkan
kerja sama dengan organisasi internasional yang lain di luar.
Hasil
yang telah dicapai dalam kerja sama ekonomi ASEAN adalah;
a.
Mendirikan
proyek industri ASEAN
i.
Pabrik
pupuk urea di Indonesia dan Malaysia.
ii.
Pabrik
superfosfat di Filipina.
iii.
Pabrik
abu soda di Thailand.
iv.
Pabrik
mesin diesel di Singapura.
b.
Menyelenggarakan
preferensi perdagangan atau menentukan tarif yang rendah untuk beberapa jenis
barang hasil produksi Negara-negara ASEAN.
c.
Membentuk
dana devisa bersama bagi Negara-negara anggota ASEAN yang memerlukan. Dana ini
diatur dalam ASEAN Swap Arrangement.
d.
Mendirikan
pusat-pusat penelitian
i.
Pusat
penelitian pertanian di Filipina.
ii.
Pusat
penelitian dan latihan bahasa inggris di Singapura.
iii.
Pusat
penelitian dan latihan biologi tropika di Bogor, Indonesia.
iv.
Pusat
penelitian Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika di Manila, Filipina.
v.
Pusat
penelitian dan latihan Ilmu Pengobatan Daerah Tropika di Bangkok, Thailand.
2.
AFTA (ASEAN Free
Trade Area)
Kawasan
perdagangan bebas ASEAN dibentuk pada waktu Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)
ASEAN IV di Singapura tahun 1992. AFTA merupakan suatu kesepakatan antara
Negara-negara ASEAN yang membentuk suatu kawasan perdagangan bebas, sehingga
tidak ada hambatan tarif atau bea masuk maupun hambatan nontarif bagi
Negara-negara ASEAN.
Tujuan AFTA
adalah :
1.
Meningkatkan
daya saing ekonomi kawasan ASEAN.
2.
Menarik
investasi dan meningkatkan perdagangan antar anggota ASEAN
3.
Menciptakan
pasar regional bagi penduduk ASEAN.
4.
Menjadikan
ASEAN sebagai salah satu basis produksi dunia.
3.
MEE atau EEC
Masyarakat
Ekonomi Eropa (MEE) atau European Economic Community (EEC) adalah badan
(organisasi) perdagangan bersama masyarakat Eropa. MEE didirikan pada tahun
1957 dan anggotanya terdiri atas anggota-anggota Negara barat.
Tujuan MEE
adalah :
1.
Menyelenggarakan
politik perdagangan Eropa secara bersama.
2.
Mendirikan
daerah perdagangan bebas antarnegara Eropa.
MEE sekarang juga dikenal dengan
nama PBE (Pasar Bersama Eropa). MEE banyak yang menggantungkan ekspor bahan
mentah dari Indonesia.
Negara-negara
anggota MEE adalah: Belanda, Belgia, Denmark, Inggris, Irlandia, Jerman, Luxemburg,
Prancis, Yunani, dan Italia.
4.
APEC (Asia
Pacifik Economic Cooperation)
APEC
adalah kerja sama ekonomi Negara-negara di kawasan Asia Pasifik. APEC didirikan
pada tahun 1989 di Canberra, Australia atas prakarsa Perdana Menteri Australia
Bob Hawke.
Tujuan
APEC adalah melakukan liberasisasi perdagangan dan investasi, serta
meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam dan kualitas sumber daya manusia
untuk meningkatkan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Pasifik.
Negara-negara
APEC adalah: Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Chili, Peru, Rusia, RRC, Jepang,
Korea Selatan, Taiwan, Hongkong, Australia, Selandia Baru, Papua Nugini,
Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Brunei Darussalam, Vietnam.
Contoh kerja
sama ekonomi yang berada di bawah naungan PBB, adalah
1.
IMF
(international Monetary Fund)
IMF
atau Dana Moneter Internasional didirikan pada tanggal 27 September 1945 dan
berkedudukan di Amerika Serikat. IMF
memiliki tujuan untuk memajukan kerja sama internasional di bidang ekonomi,
keuangan dan perdagangan. Indonesia menjadi anggota IMF pada tahun 1954, namun
pada tahun 1963 keluar karena kasus penggayangan Nekolim (Neokolonialisme).
Indonesia masuk menjadi anggota IMF kembali pada tahun 1966. Orang Indonesia
yang pernah menduduki jabatan di IMF adalah Prof.Dr.Aliwardhana.
Tujuan IMF
adalah sebagai berikut.
1.
Memperluas
kerja sama dalam bidang moneter (ekonomi keuangan).
2.
Menunjang
negara dalam memperluas perdagangan internasional, tercapainya tingkat
kesempatan kerja, dan tingkat pendapatan riil yang tinggi dengan cara
memanfaatkan sumber-sumber produksi yang ada.
3.
Membina
kearah tercapainya stabilitas (kemantapan) dan mempertahankan kurs yang teratur
di negara-negara anggota
4.
Membina
kearah terwujudnya sistem pembayaran multilateral dan menghindari pembatasan
penukaran mata uang asing.
2.
IBRD
(International Bank for Reconstruction and Development)
IBRD
atau juga disebut World Bank (Bank Dunia) dibentuk berdasarkan perjanjian
Bretton Woods pada bulan Desember 1945 dan berkedudukan di Washington DC,
Amerika Serikat. Organisasi ini bergerak dalam bidang perbankan untuk
pembangunan dan kemajuan negara-negara berkembang. Tujuannya adalah memberikan
bantuan jangka panjang maupun jangka pendek kepada negara-negara yang sedang
membanngun.
Tujuan IBRD
antara lain sebagai berikut.
1.
Memberikan
bantuan kredit jangka panjang dan jangka pendek kepada negara-negara yang
sedang berkembang.
2.
Memberikan
bantuan teknik Cuma-Cuma kepada negara-negara di dunia.
3.
Membantu
negara meningkatkan perdagangan internasional.
3.
GATT (General Agreement on Tariff and Trade)
GATT
adalah organisasi internasional yang melakukan persetujuan tentang tarif dan
perdagangan internasional. GATT dibentuk pada tahun 1947. Indonesia menjadi
anggota GATT pada tahun 1950.
Tujuan GATT
adalah sebagai berikut :
1.
Menghilangkan
atau mengurangi hambatan-hambatan yang timbul dalam perdagangan internasional
yang disebabkan oleh pengenaan tarif (bea cukai) atas barang-barang ekspor
impor yang terlalu tinggi.
2.
Berusaha
menurunkan dan menstabilkan tarif (bea cukai) atas berbagai jenis barang untuk
memperlancar perdagangan internasional.
3.
Melakukan
perundingan dalam penyelesaian berbagai masalah, hambatan, keluhan dan
pelanggaran terhadap isi perjanjian perdagangan tersebut.
4.
WTO (World Trade
Organization)
WTO adalah organisasi perdagangan
dunia, yang dibentuk pada tanggal 15 April 1994. Organisasi ini memiliki peran
untuk mengelola serta memelihara kesepakatan perdagangan bebas, mengawasi
berbagai praktik perdagangan dunia, serta menyelesaikan sengketa perdagangan
diantara negara-negara anggota.
Prinsip kerja yang dilakukan WTO adalah sebagai
berikut.
1.
Perlakuan
yang sama untuk semua anggota, misalnya setiap negara tidak diperkenankan
menerapkan tarif yang berbeda di negara lain.
2.
Perlakuan
yang sama untuk semua produk, misalnya suatu negara tidak diperkenankan
membedakan harga maupun kualitas produk dalam dan luar negeri dengan tujuan
proteksi (perlindungan).
3.
Perlindungan
industri dalam negeri hanya melalui
tarif.
4.
Perlakuan
khusus dan berbeda bagi negara-negara berkembang untuk memudahkan negara-negara
itu melaksanakan persetujuan WTO.
5.
FAO (Food and
Agricultural Organization)
FAO
adalah organisasi dunia yang melakukan kegiatan serta mengusahakan bahan
makanan dari hasil-hasil pertanian. FAO didirikan pada tanggal 16 Oktober 1945
yang berkedudukan di Roma, Italia.
Tujuan FAO
adalah
1.
Memajukan
dan meningkatkan kualitas dan kuantitas bahan makanan di seluruh dunia.
2.
Meningkatkan
dan memajukan hasil pertanian, peternakan, pertanian, kehutanan, dan lain lain.
6.
ILO
(International Labour Organization)
ILO
adalah organisasi internasional yang bergerak dalam bidang perburuhan.
Organisasi ini berkedudukan di Jenewa, Swiss.
Tujuan ILO
adalah
1.
Mencapai
perdamaian abadi dengan terciptanya keadilan sosial.
2.
Meningkatkan
perbaikan nasib kaum buruh dan keluarganya.
3.
Meningkatkan
stabilitas di bidang ekonomi dan sosial.
7.
WHO (World
Health Organization)
WHO
adalah organisasi internasional yang bergerak di bidang kesehatan. Tujuan WHO
adalah untuk mencapai kesehatan maksimal bagi umat manusia sedunia.
8.
UNICEF (United
Nations Internasional Children’s Emergency Fund)
UNICEF
didirikan pada tahun 1946 dan berkedudukan di New York, Amerika Serikat.
Organisasi ini melakukan kegiatan dalam bidang kemanusiaan dan kesejahteraan anak.
Tujuan UNICEF
adalah
1.
Melakukan
kegiatan di bidang kesehatan, gizi, kesejahteraan anak, keluarga, dan
pendidikan.
2.
Memberikan
bantuan dalam bentuk bahan makanan dan onat-obatan.
9.
UNDP (United
Nations Development Program)
UNDP
adalah organisasi PBB yang melakukan kegiatan dalam program pembangunan di
negara-negara berkembang. Tujuan UNDP adalah untuk menitikberatkan pada upaya
mengurangi kemiskinan, memberantas buta huruf, menciptakan lapangan kerja, dan
mendorong kerja sama teknologi, antara negara industri dan negara nonindustri.
Organisasi kerja sama ekonomi internasiona diluar
PBB
1.
OPEC
(Organization of Petroleum Exporting Countries)
OPEC
adalah organisasi negara-negara pengekspor minyak bumi. Organisasi ini
didirikan atas prakarsa Irak, Iran, Kuwait, Arab Saudi, dan Venezuela pada
bulan September 1960. Markas besar OPEC terletak di Wina, Austria.
Tujuan OPEC
adalah
1.
Menghindari
persaingan di antara negara-negara pengekspor minyak.
2.
Mengatur
pemasaran minyak bumi dan menetapkan harga bersama.
3.
Mengusahakan
pemenuhan kebutuhan dunia akan minyak bumi.
Negara-negara
anggota OPEC adalah: Arab Saudi, Irak, Iran, Kuwait, Venezuela, Aljazair,
Gabon, Indonesia, Libya, Nigeria, Persatuan Emirat Arab, dan Qatar.
Indonesia masuk
menjadi anggota OPEC pada tahun 1962. Orang Indonesia pertama yang menjabat
Sekretaris Jenderal adalah Prof. Dr. Subroto.
2.
IGGI (Inter
Governmental Group on Indonesia )
IGGI
adalah organisasi pemberi bantuan kredit untuk pembangunan kepada Indonesia
yang anggotanya terdiri atas negara-negara dan lembaga-lembaga internasional.
IGGI didirikan pada tahun 1967, secara rutin mengadakan pertemuan membahas
perkembangan ekonomi Indonesia dan membicarakan jumlah bantuan yang akan
diberikan kepada Indonesia.
Bantuan
kredit yang diberikan IGGI memiliki syarat sangat lunak dengan masa pembayaran
sangat lama dan bunga sangat ringan. Ketika ketua IGGI dijabat oleh Menteri
Kerja Pembangunan kerajaan Belanda, Pemerintah Indonesia tanggal 25 Maret 1992
mengambil keputusan untuk menolak pemberian dana bantuan dari Belanda dan
meminta agar Belanda tidak menjadi anggota IGGI. Keputusan yang diambil
Indonesia ini disebabkan Belanda dianggap beberapa tahun belakangan ini telah
mencampuri urusan dalam negeri Indonesia.
3.
IDB (Islamic
Development Bank)
IDB
atan Bank Pembangunan Islam adalah lembaga keuangan internasional dengan tujuan
utama membantu dan menggalakkan pembangunan ekonomi dan sosial di negara-negara
anggota dan masyarakat islam. Kegiatan Bank Pembangunan Islam antara lain
memberikan pinjaman kepada anggota dengan syarat lunak.
4.
ADB (Asian
Development Bank )
ADB
didirikan dengan tujuan memberi pinjaman kepada negara-negara Asia yang
membutuhkan bantuan ekonomi untuk membiayai pertumbuhan perekonomian dan
pembangunan.
Fungsi dan tujuan
ADB adalah
1.
Menyokong
investasi modal pemerintah maupun swasta di wilayah Asia untuk tujuan-tujuan
pembangunan
2.
Memanfaatkan
sumber-sumber daya yang tersedia untuk membiayai pembangunan dengan
memprioritaskan wilayah dan subwilayah Asia.
3.
Memenuhi
permintaan negara-negara anggota untuk membantu dan mengkoordinasi
kebijaksanaan dan rencana pembangunan dengan tujuan memanfaatkan sumber-sumber
daya yang dimiliki, menyehatkan perekonomian, dan meningkatkan ekspansi
perdagangan luar negeri, terutama negara-negara di Asia.
4.
Bekerja
sama dengan lembaga internasional seperti PBB dan lembaga internasional lainnya
untuk memberikan kesempatan investasi kepada lembaga-lembaga tersebut.
5.
Memberikan
bantuan teknis untuk menyiapkan, membiayai, dan melaksanakan berbagai program
dan proyek-proyek pembangunan.
6.
Melaksanakan
berbagai kegiatan dan memberikan jasa-jasa lainnya sesuai dengan tujuan ADB.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar